Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengomentari Pendapat Narasumber

Dialog interaktif merupakan percakapan atau perbincangan yang biasanya dilakukan di televisi ataupun radio yang biasanya melibatkan pemirsa atau pendengar melalui telepon. Mendengarkan obrolan merupakan acara menyimak yang memerlukan konsentrasi untuk memperoleh warta dan untuk memahaminya.

Mengomentari Pendapat Narasumber

1. Menyatakan Informasi Tersirat dalam Dialog Interaktif

Pendapat narasumber dalam obrolan ada kalanya berupa warta tersirat. Informasi tersirat yaitu warta yang tersembunyi atau warta yang tidak dikemukakan secara langsung. Berbeda dengan warta yang dikemukakan secara tersurat (eksplisit), warta tersirat (implisit) sanggup diperoleh oleh pendengar atau pemirsa dengan menganalisis warta tersurat

2. Menggunakan Kalimat Inversi

Urutan fungsi dalam bahasa Indonesia lazimnya mengikuti pola SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan). Akan tetapi, ada satu pola dalam bahasa Indonesia yang predikatnya mendahului subjek.

Perhatikan teladan kalimat berikut.

  1. Cantik sekali (P) gadis itu (S)
  2. Sedang makan (P) ia (S).
  3. Kemarin (K) terjadi (P) kebakaran itu (S).
  4. Tinggal (P) di Jakarta (K) mereka (S).
  5. Mentransfer (P) uang (O) ke bank (K) Pak Hartawan (S)
Pada contoh-contoh kalimat tersebut verba terletak di depan nomina. Dengan kata lain, urutan fungsinya yaitu predikat subjek (PS). Kalimat yang pola urutannya menyerupai itu disebut kalimat susun balik atau kalimat inversi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memperlihatkan komentar terhadap narasumber sebagai berikut.

  1. Komentar merupakan opini. artinya komentar yang disampaikan bersifat subjektif dan tidak memihak narasumber maupun peserta, tidak memaksa orang lain untuk memperlihatkan komentar yang sama.
  2. Argumen yang disampaikan logis artinya komentar harus didasari alasan yang sanggup dicerna nalar dan disertai fakta-fakta yang akurat dan meyakinkan.
  3. Komentar bukan alasannya suka atau tidak suka artinya komentar yang diberikan bukan sekadar “asal tidak sependapat." Begitu pula bukan alasannya adanya permasalahan pribadi dengan narasumber. Komentar yang diberikan sesuai dengan tema yang sedang dibahas.

Hal-hal yang sanggup dan perlu dikomentari dalam obrolan interaktif yaitu sebagai berikut :

  1. Penting atau tidaknya tema dialog
  2. Kemampuan dan penguasaan para narasumber terhadap bahan yang dibicarakan
  3. Relevan atau tidaknya pertanyaan penerima obrolan terhadap pertanyaan dialog
  4. Benar atau tidaknya tanggapan atau tanggapan narasumber atas pertanyaan atau pendapat peserta   dialog.
Baca Juga :  Menceritakan Kembali Isi Cerpen
Buruan di klik gambarnya
Buruan di klik gambarnya