Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru

Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru|Penyakit pada Kanker paru-paru , Kanker paru ialah penyakit yang sangat mematikan bagi manusia, kanker paru-paru merupakan penyakit yang berasal dari paru-paru, dalam pembuatan makalah wacana Penyakit Kanker Paru-Paru didalam makalah ini dibahas secara terperinci wacana paru-parum. Dalam makalah ini juga sangat terperinci wacana proses penulisannya dan tata cara pembuatan Makalah sehingga, dalam makalah biologi kanker paru-paru sanggup juga dijadikan sebagai pola dalam pembuatan makalah anda. Untuk itu mari kital lihat Makalah Biologi Pemahasan Kanker Paru-Paru ibarat dibawah ini..




OLEH KELOMPOK III
SRI KARDINA
A.NURHIDAYAH ASRIAH
KASMING
SYAHRIR
MAR`AH SHALEHA
MILA KARMILA ARIFUDDIN
MUH.SAFRI

KELAS XI IPA I

SMA NEGERI 2 BANTAENG
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BANTAENG
2013






KATA PENGANTAR

Puji syukur peneliti panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas segala nikmat dan anugerah yang dilimpahkan, sehingga penulis sanggup menuntaskan makalah ini dengan lancar dan sesuai dengan jadwal. Selawat dan salam tidak lupa penulis curahkan kepada nabi besar Rasulullah Muhammad saw. yang telah membawa kita semua dari zaman kegelapan hingga zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan ibarat kini ini.
Makalah ini yang berjudul “Pembahasan Penyakit Kanker Paru-paru”. Hasil makalah ini dibutuhkan sanggup membantu siswa dalam menuntaskan kiprah dan sanggup mempermudah dalam proses pembelajaran.
Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari tepat lantaran kemampuan ilmu serta pengalaman meneliti yang dimiliki masih rendah, oleh lantaran itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk menyempurnakan makalah ini.
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama kepada pembimbing atau pembina, dan pihak- pihak yang telah membantu dalam menuntaskan makalah ini, semoga apa yang telah diberikan mempunyai arti tersendiri bagi penulis dan bermanfaat bagi kita semua.


                                               

Bantaeng,  25 Maret 2013


          Penulis


DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN SAMPUL  ...................................................................................      i
KATA PENGANTAR  ....................................................................................      ii
DAFTAR ISI  ....................................................................................................      iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang  .................................................................................      1
B.     Rumusan Masalah  ............................................................................      3
C.     Tujuan Penelitian  .............................................................................      3
D.    Manfaat Penelitian  ...........................................................................      3
BAB II PERMASALAHAN.............................................................................      4
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
A.    Keluhan dan tanda-tanda penyakit kanker  ................................................      5
B.     Penyebab terjadinya penyakit kanker  ..............................................      7
C.     Pencegahan penyakit paru-paru.........................................................      11
D.    Cara pengobatan penyakit kanker paru-paru.....................................      12
BAB IV PENUTUP
A.    Kesimpulan  ......................................................................................      16
B.     Saran  ................................................................................................      16
DAFTAR PUSTAKA  .....................................................................................      17
LAMPIRAN GAMBAR...................................................................................      18



PEMBAHASAN PENYAKIT KANKER
PARU-PARU

Diajukan untuk memenuhi kiprah sekolah



MAKALAH BIOLOGI


OLEH KELOMPOK III
SRI KARDINA
A.NURHIDAYAH ASRIAH
KASMING
SYAHRIR
MAR`AH SHALEHA
MILA KARMILA ARIFUDDIN
MUH.SAFRI

KELAS XI IPA I
SMA NEGERI 2 BANTAENG

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BANTAENG
2013



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kanker merupakan persoalan paling utama dalam bidang kedokteran dan merupakan salah satu dari 10 penyebab ajal utama di dunia serta merupakan penyakit keganasan yang bisa menimbulkan ajal pada penderitanya lantaran sel kanker merusak sel lain. Sel kanker ialah sel normal yang mengalami mutasi/perubahan genetik dan tumbuh tanpa terkoordinasi dengan sel-sel tubuh lain. Proses pembentukan kanker (karsinogenesis) merupakan insiden somatik dan semenjak usang diduga disebabkan lantaran akumulasi perubahan genetik dan epigenetik yang menimbulkan perubahan pengaturan normal kontrol molekuler perkembang biakan sel. Perubahan genetik tersebut sanggup berupa aktivasi proto-onkogen dan atau inaktivasi gen penekan tumor yang sanggup memicu tumorigenesis dan memperbesar progresinya (Syaifudin, 2007).
Kanker paru ialah salah satu jenis penyakit paru yang memerlukan penanganan dan tindakan yang cepat dan terarah. Penegakan diagnosis penyakit ini membutuhkan ketrampilan dan sarana yang tidak sederhana dan memerlukan pendekatan multidisiplin kedokteran. Penyakit ini membutuhkan kolaborasi yang erat dan terpadu antara andal paru dengan andal radiologi diagnostik, andal patologi anatomi, andal radiologi terapi dan andal bedah toraks, andal rehabilitasi medik dan ahli-ahli lainnya (PDPI, 2003).
Menurut data jenis kanker yang menjadi penyebab ajal terbanyak ialah kanker paru, mencapai 1,3 juta ajal pertahun. Disusul kanker lambung (mencapai lebih dari 1 juta ajal pertahun), kanker hati (sekitar 662.000 ajal pertahun), kanke usus besar (655.000 ajal pertahun), dan yang terakhir yaitu kanker payudara (502.000 ajal pertahun) (WHO 2005 dalam Lutfia, 2008).


Pengobatan atau penatalaksaan penyakit ini sangat bergantung pada kecekatan andal paru untuk mendapatkan diagnosis pasti. Penemuan kanker paru pada stadium dini akan sangat membantu penderita, dan inovasi diagnosis dalam waktu yang lebih cepat memungkinkan penderita memperoleh kualitas hidup yang lebih baik dalam perjalanan penyakitnya meskipun tidak sanggup menyembuhkannya. Pilihan terapi harus sanggup segera dilakukan, mengingat buruknya respons kanker paru terhadap aneka macam jenis pengobatan. Bahkan dalam beberapa masalah penderita kanker paru membutuhkan penangan sesegera mungkin meski diagnosis niscaya belum sanggup ditegakkan. Kanker paru dalam arti luas ialah semua penyakit keganasan di paru, meliputi keganasan yang berasal dari paru sendiri maupun keganasan dari luar paru (metastasis tumor di paru). Dalam pedoman penatalaksanaan ini yang dimaksud dengan kanker paru ialah kanker paru primer, yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus atau karsinoma bronkus (bronchogenic carcinoma). Menurut konsep masa kini kanker ialah penyakit gen.
Sebuah sel normal sanggup menjadi sel kanker apabila oleh aneka macam alasannya ialah terjadi ketidak seimbangan antara fungsi onkogen dengan gen tumor suppresor dalam proses tumbuh dan kembangnya sebuah sel.Perubahan atau mutasi gen yang menimbulkan terjadinya hiperekspresi onkogen dan/atau kurang/hilangnya fungsi gen tumor suppresor menimbulkan sel tumbuh dan berkembang tak terkendali. Perubahan ini berjalan dalam beberapa tahap atau yang dikenal dengan proses multistep carcinogenesis. Perubahan pada kromosom, contohnya hilangnya heterogeniti kromosom atau LOH juga diduga sebagai prosedur ketidak normalan pertumbuhan sel pada sel kanker. Dari aneka macam penelitian telah sanggup dikenal beberapa onkogen yang berperan dalam proses karsinogenesis kanker paru, antara lain gen myc, gen k-ras sedangkan kelompok gen tumor suppresor antaralain, gen p53, gen rb. Sedangkan perubahan kromosom pada lokasi 1p, 3p dan 9p sering ditemukan pada sel kanker paru (PDPI, 2003).

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latarbelakang, maka permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana cara menangani penyakit kanker paru-paru.
C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan kami yaitu :
a.  Diajukan untuk memenuhi kiprah sekolah.
b. Untuk mengkaji dan menganalisa apa saja keluhan dan tanda-tanda penyakit kanker paru-paru.
c. Bagaiman cara pencegahan penyakit kanker paru-paru .

D.    Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan kami yaitu :
a. Dengan adanya penelitian ini dibutuhkan untuk meningkatkan keberanian dan juga mentalitas penulis sebagai bekal dalam menghadapi masa depan  yang penuh persaingan dan akan hanya sanggup terpecahkan dengan ilmu pengetahuan .
b.Penelitian ini dibutuhkan bisa menawarkan klarifikasi wacana Keluhan dan tanda-tanda penyakit kanker paru-paru.
c. Penelitian ini sanggup menjadi masukan bagi para pembaca apa saja penyebab utama terjadinya penyakit kanker paru-paru.
d. Dapat bermanfaat sebagai materi rujukan dalam penelitian ataupun pembuatan makalah, sehingga membawa manfaat bagi para pembaca dan bagi adik - adik kelas selanjutnya.



BAB II
PERMASALAHAN
Di Indonesia terdapat lima jenis kanker yang banyak diderita penduduk yakni kanker rahim, kanker payudara, kanker kelenjar getah bening, kanker kulit, dan kanker rektum. Kasus penyakit kanker yang ditemukan di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2008 sebanyak 27.125 kasus, terdiri dari Ca. servik 8.568 masalah (31,59%), Ca. mamae 14.019 masalah (51,68%), Ca. hepar 3.260 (12,02%), dan Ca. paru 1.278 masalah (4,71%). Prevalensi kanker paru di Jawa Tengah tahun 2006 sebesar 0,01%. Pada tahun 2007 mengalami penurunan menjadi 0,004%, dan pada tahun 2008 menjadi 0,005%. Prevalensi tertinggi ialah di Kabupaten Kudus sebesar 0,026% (Dinprov Jateng, 2008).
Atmanto (1992) menyatakan kanker paru merupakan penyakit dengan keganasan tertinggi diantara jenis kanker lainnya di Jawa Timur dengan angka Case Fatality Rate (CFR) sebesar 24,1%. Pada Tahun 1998 di RS Kanker Dharmais, kanker paru menem-pati urutan kedua terbanyak sesudah kanker payudara, yaitu sebanyak 75 masalah (Nasar, 2000)
Tingginya angka merokok pada masyarakat akan menjadikan kanker paru sebagai salah satu persoalan kesehatan di Indonesia, ibarat persoalan keganasan lainnya. Peningkatan angka kesakitan penyakit keganasan, ibarat penyakit kanker sanggup dilihat dari hasil Survai Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang pada 1972 memperlihatkan angka ajal lantaran kanker masih sekitar 1,01 % menjadi 4,5 % pada 1990. Data yang dibentuk WHO menandakan bahwa kanker paru ialah jenis penyakit keganasan yang menjadi penyebab ajal utama pada kelompok ajal akhir keganasan, bukan hanya pada laki laki tetapi juga pada perempuan. Buruknya prognosis penyakit ini mungkin berkaitan erat dengan jarangnya penderita tiba ke dokter ketika penyakitnya masih berada dalam stadium awal penyakit. Hasil penelitian pada penderita kanker paru pasca bedah memperlihatkan bahwa, rata-rata angka tahan hidup 5 tahunan stage I sangat jauh berbeda dengan mereka yang dibedah sesudah stage II, apalagi kalau dibandingkan dengan staging lanjut yang diobati ialah 9 bulan (PDPI, 2003).

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

A. Keluhan dan Gejala Penyakit Kanker Paru

Gambaran klinik penyakit kanker paru tidak banyak berbeda dari penyakit paru lainnya, terdiri dari keluhan subyektif dan tanda-tanda obyektif. Dari anamnesis akan didapat keluhan utama dan perjalanan penyakit, serta faktor–faktor lain yang sering sangat membantu tegaknya diagnosis. Keluhan utama sanggup berupa :batuk-batuk dengan / tanpa dahak (dahak putih, sanggup juga purulen), batuk darah, sesak napas, bunyi serak, sakit dada, sulit / sakit menelan, benjolan di pangkal leher, sembab muka dan leher, kadang kala disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang hebat (PDPI, 2003).Tidak jarang yang pertama terlihat ialah tanda-tanda atau keluhan akhir metastasis di luar paru, ibarat kelainan yang timbul lantaran kompresi hebat di otak, pembesaran hepar atau patah tulang kaki. Gejala dan keluhan yang tidak khas ibarat :berat tubuh berkurang, nafsu makan hilang, demam hilang timbul, sindrom paraneoplastik, ibarat "hypertrophic pulmonary osteoartheopathy", trombosis vena perifer dan neuropatia (PDPI, 2003).
  1. Patofisiologi
Awalnya menyerang percabangan segmen/ sub bronkus menimbulkan cilia hilang dan deskuamasi sehingga terjadi pengendapan karsinogen. Dengan adanya pengendapan karsinogen maka menimbulkan metaplasia, hyperplasia dan displasia. Bila lesi perifer yang disebabkan oleh metaplasia, hyperplasia dan displasia menembus ruang pleura, biasa timbul efusi pleura, dan bisa diikuti invasi pribadi pada kosta dan korpus vertebra. Lesi yang letaknya sentral berasal dari salah satu cabang bronkus yang terbesar. Lesi ini menimbulkan obstuksi dan ulserasi bronkus dengan diikuti dengan supurasi di potongan distal. Gejala-gejala yang timbul sanggup berupa batuk, hemoptysis, dispneu, demam, dan dingin. Wheezing unilateral sanggup terdengan pada auskultasi. Pada stadium lanjut, penurunan berat tubuh biasanya memperlihatkan adanya metastase, khususnya pada hati. Kanker paru sanggup bermetastase ke struktur – struktur terdekat ibarat kelenjar limfe, dinding esofagus, pericardium, otak, tulang rangka (Arisandi, 2008).
2.      Jenis histologis
Untuk memilih jenis histologis, secara lebih rinci digunakan pembagian terstruktur mengenai histologis berdasarkan WHO tahun 1999, tetapi untuk kebutuhan klinis cukup kalau hanya sanggup diketahui :
      Karsinoma skuamosa (karsinoma epidermoid)
      Karsinoma sel kecil (small cell carcinoma)
      Adenokarsinoma (adenocarcinoma)
      Karsinoma sel besar (large Cell carcinoma)
Secara garis besar kanker paru dibagi menjadi 2 potongan yaitu Small Cel Lung Cancer (SCLC) dan Non Small Cel Lung Cancer (NCLC) (Wasripin, 2007).
1. Small Cell Lung Cancer (SCLC)
Kejadian kanker paru jenis SCLC ini hanya sekitar 20 % dari total insiden kanker paru. Namun jenis ini berkembang sangat cepat dan agresif. Apabila tidak segera menerima perlakuan maka hanya sanggup bertahan 2 hingga 4 bulan.
2. Non Small Cell Lung Cancer
80 % dari total insiden kanker paru ialah jenis NSCLC. Secara garis besar dibagi menjadi 3 yaitu:
a. Adenocarsinoma, jenis ini ialah yang paling banyak ditemukan (40%).
b. Karsinoma Sel Sekuamosa, banyaknya masalah sekitar 20 – 30 %.
c. Karsinoma Sel Besar, banyaknya masalah sekitar 10 – 15 %.

B. Penyebab Terjadinya Penyakit Kanker Paru-paru
1. Merokok
Merokok diestimasikan 90% menimbulkan kanker paru-paru pada pria, dan sekitar 70% pada wanita. Di negara-negara industri, sekitar 56% - 80% merokok menimbulkan penyakit pernafasan kronis dan sekitar 22% penyakit kardiovaskular. Indonesia menduduki peringkat ke-4 jumlah perokok terbanyak di dunia dengan jumlah sekitar 141 juta orang. Diperkirakan, konsumsi rokok Indonesia setiap tahun mencapai 199 miliar batang rokok. Akibatnya ialah ajal sebanyak 5 juta orang pertahunnya (Gondidoputra, 2007).
Kasus kanker paru baik di Amerika ataupun negara-negara industri lainnya sekitar 90% berafiliasi dengan merokok. Data RSUP Persahabatan Jakarta memperlihatkan bahwa 24,5% perempuan dan 83,6% laki-laki pasien kanker paru ialah perokok (Murray, 2010).
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 materi kimia, banyak yang telah diidentifikasi sebagai penyebab kanker.
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Orang yang merokok lebih dari satu pak rokok per hari mempunyai 20-25 kali lebih besar risiko terkena kanker paru-paru daripada orang yang tidak pernah merokok.
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Setelah seseorang berhenti merokok, risiko nya untuk kanker paru-paru berkurang secara bertahap. Sekitar 15 tahun sesudah berhenti, risiko untuk kanker paru-paru menurun dengan tingkat seseorang yang tidak pernah merokok.
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Cigar dan merokok pipa meningkatkan risiko kanker paru-paru, tetapi tidak sebanyak merokok. Sekitar 90% kanker paru-paru timbul akhir penggunaan tembakau. Risiko kanker paru-paru berkembang ialah berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Jumlah rokok yang diisap, Usia di mana seseorang mulai merokok, Berapa usang seseorang merokok (atau pernah merokok sebelum keluar).


Penyebab lain kanker paru termasuk sebagai berikut:
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Merokok pasif, atau asap bekas, menyajikan lain risiko untuk kanker paru-paru. Sebuah ajal diperkirakan 3.000 kanker paru-paru terjadi setiap tahun di Amerika Serikat yang sanggup diatribusikan pada perokok pasif.
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Sebagian besar karsinogen dalam asap tembakau (rokok) ditemukan pada fase tar ibarat PAH dan fenol aromatik Tar ialah sejenis cairan kental berwarna coklat bau tanah atau hitam yang merupakan substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan melekat pada paru – paru. Kadar tar dalam tembakau antara 0.5-35 mg/ batang. Tar merupakan suatu zat karsinogen yang sanggup menimbulkan kanker pada jalan nafas dan paru-paru (Gondodiputro, 2007).
2. Polusi udara
Polusi dari kendaraan bermotor, pabrik, dan sumber lain mungkin meningkatkan risiko kanker paru-paru. Gas yang paling berbahaya bagi paru-paru ialah SO2 dan NO2. Kalau unsur ini diisap, maka aneka macam keluhan di paru-paru akan timbul dengan nama CNSRD (chronic non spesific respiratory disease) ibarat asma dan bronkhitis (Aditama, 1992). Kenaikan konsentrasi gas SO2 dan NO2 dikaitkan dengan adanya gangguan fungsi paru
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Pengaruh pencemaran akhir oksida belerang ialah meningkatnya tingkat morbiditas, insidensi penyakit pernapasan, ibarat bronchitis, emphysema dan penurunan kesehatan umum. Konsentrasi SO2 0,04 ppm dengan partikulat 169 µg/m3 menimbulkan peningkatan yang tinggi dalam ajal akhir bronchitis dan kanker paru-paru (Soedomo, 1999).
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Pengaruhnya terhadap kesehatan yaitu terganggunya sistem pernapasan dan sanggup menjadi emfisema, bila kondisinya kronis sanggup berpotensi menjadi bronkhitis serta akan terjadi penimbunan NO2 dan sanggup merupakan sumber karsinogenik (Sunu, 2001).



3. Akibat Kerja
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Pemaparan asbes meningkatkan resiko kanker paru-paru sembilan kali. Kombinasi dari paparan asbes dan merokok meningkatkan resiko untuk sebanyak 50 kali. Kanker lain dikenal sebagai mesothelioma (suatu jenis kanker pada lapisan rongga dada yang disebut pleura atau lapisan rongga perut disebut peritoneum) juga sangat terkait dengan paparan asbes.
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Pekerjaan tertentu dimana paparan arsenik,, kromium nikel, hidrokarbon aromatik, dan eter terjadi sanggup meningkatkan risiko kanker paru-paru.
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Penyakit Paru Kerja Akibat Pajanan Cat Semprot. Cat semprot mengubah substansi menjadi aerosol, yaitu kumpulan partikel halus berupa cair atau padat, sehingga lantaran ukurannya yang kecil akan gampang terhisap, selanjutnya merupakan pajanan potensial khususnya terhadap kesehatan paru. Pigmen dalam cat mempunyai kegunaan untuk mewarnai dan meningkatkan ketahanan cat. Banyak jenis pigmen merupakan materi berbahaya yaitu Chromium dan Cadmium Memberikan warna hijau, kuning, dan oranye sanggup menimbulkan kanker paru dan iritasi kulit, hidung, dan jalan masuk nafas atas (Wahyuningsih, 2003).
4. Penyakit Paru
Penyakit paru ibarat tuberkulosis (TBC) dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), juga membuat risiko untuk kanker paru-paru. Seseorang dengan PPOK mempunyai risiko empat hingga enam kali lebih besar terkena kanker paru-paru bahkan ketika efek merokok dikecualikan.


5. Iradiasi
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Radon pose eksposur risiko lain merupakan produk sampingan dari radium alami, yang merupakan produk uranium.
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Radon hadir di udara indoor dan outdoor.
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Risiko kanker paru meningkat dengan paparan jangka panjang yang signifikan untuk radon, meskipun tidak ada yang tahu risiko yang tepat. Sebuah% 12 diperkirakan ajal akhir kanker paru-paru timbul gas radon, atau sekitar 21.000 ajal paru-paru terkait kanker setiap tahun di US Radon gas ialah penyebab utama kedua kanker paru-paru di Amerika Serikat sesudah merokok. Seperti dengan paparan asbes, merokok sangat meningkatkan resiko kanker paru-paru dengan paparan radon.
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Seseorang yang telah menderita kanker paru-paru lebih mungkin menyebarkan kanker paru-paru detik dibanding rata-rata orang ialah untuk menyebarkan kanker paru-paru terlebih dahulu.
( www.emedicinehealth.com )
6. Genetik.
Terdapat perubahan/ mutasi beberapa gen yang berperan dalam kanker paru, yakni
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Proton oncogen
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Tumor suppressor gene
Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru      Gene encoding enzyme (Adisani, 2008).


C. Pencegahan Penyakit Kanker Paru-paru
Prinsip upaya penceggahan lebih baik dari sebatas pengoobatan. Terdapat 4 Tingkatan pencegahan dalam epideemiologi penyakit kanker paru, yaitu :
1. Pencegahan Primordial
Berupa upaya untuk menawarkan kondisi pada masyarakat yang memungkinkan penyakit kanker paru tidak sanggup berkembang lantaran tidak adanya peluang dan dukungan dari kebiasaan, gaya hidup maupun kondisi lain yang merupakan faktor resiko untuk munculnya penyakit kanker paru. Misalnya : membuat prakondisi dimana masyarakat merasa bahwa merokok itu merupakan statu kebiasaan yang tidak baik dan masyarakat bisa bersikap positif untuk tidak merokok.
Penelitian wacana rokok menyampaikan bahwa lebih dari 63 jenis materi yang dikandung asap rokok itu bersifat karsinogenesis. Secara epidemiologik juga terlihat kaitan berpengaruh antara kebiasaan merokok dengan insidens kanker paru, maka tidak sanggup disangkal lagi menghindarkan asap rokok ialah kunci keberhasilan pencegahan yang sanggup dilakukan. Keterkaitan rokok dengan masalah kanker paru diperkuat dengan data bahwa risiko seorang perempuan perokok pasif akan terkena kanker paru lebih tinggi daripada mereka yang tidak terpajan kepada asap rokok. Dengan dasar inovasi di atas ialah masuk akal bahwa pencegahan utama kanker paru berupa upaya memberantas kebiasaan merokok. Menghentikan seorang perokok aktif ialah sekaligus menyelamatkan lebih dari seorang perokok pasif (PDPI, 2003).
2. Pencegahan Tingkat Pertama
Pencegahan tingkat pertama yang sanggup dilakukan antara lain:
a) Promosi Kesehatan Masyarakat
  • Kampanye kesadaran masyarakat
  • Promosi kesehatan
  • Pendidikan Kesehatan Masyarakat

b) Pencegahan Khusus :
  • Pencegahan keterpaparan
  • Pemberian kemopreventif
3. Pencegahan Tingkat Kedua
Ø  Diagnosis Dini : contohnya dengan Screening.
Ø  b) Pengobatan      : contohnya dengan Kemotherapi atau Pembedahan.
4. Pencegahan Tingkat Ketiga
Pencegahan tingkat ketiga sanggup dilakukan dengan cara rehabilitasi.

D. Cara Pengobatan Penyakit Kanker Paru-paru
Pengobatan kanker paru ialah combined modality therapy (multi-modaliti terapi). Kenyataanya pada saat pemilihan terapi, sering bukan hanya dibutuhkan pada jenis histologis, derajat dan tampilan penderita saja tetapi juga kondisi non-medisseperti fasiliti yang dimilikirumah sakit dan ekonomi penderita juga merupakan faktor yang amat menentukan.
a. Pembedahan
Indikasi pembedahan pada kanker paru ialah untuk KPKBSK stadium I dan II. Pembedahan juga merupakan potongan dari “combine modality therapy”, contohnya kemoterapi neoadjuvan untuk KPBKSK stadium IIIA. Indikasi lain ialah bila ada kegawatan yang memerlukan intervensi bedah, ibarat kanker paru dengan sindroma vena kava superiror berat. Prinsip pembedahan ialah sedapat mungkin tumor direseksi lengkap berikut jaringan KGB intrapulmoner, dengan lobektomi maupun pneumonektomi. Segmentektomi atau reseksi baji hanya dikerjakan kalau faal paru tidak cukup untuk lobektomi. Tepi sayatan diperiksa dengan potong beku untuk memastikan bahwa batas sayatan bronkus bebas tumor. KGB mediastinum diambil dengan diseksi sistematis, serta diperiksa secara patologi anatomis (PDPI, 2003).

b. Kemoterapi
Kemoterapi merupakan pilihan utama untuk kanker paru karsinoma sel kecil (KPKSK) dan beberapa tahun sebelumnya diberikan sebagai terapi paliatif untuk kanker paru karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) stage lanjut. Tujuan pemberian kemoterapi paliatif ialah mengurangi atau menghilangkan tanda-tanda yang diakibatkan oleh perkembangan sel kanker tersebut sehingga dibutuhkan akan sanggup meningkatkan kualiti hidup penderita. Tetapi akhir-akhir ini aneka macam penelitian telah memperlihatkan manfaat kemoterapi untuk KPKBSK sebagai upaya memperbaiki prognosis, baik 3 sebagai modaliti tunggal maupun bersama modaliti lain, yaitu radioterapi dan/atau pembedahan. Indikasi pemberian kemoterapi pada kanker paru ialah:
ü  Penderita kanker paru jenis karsinoma sel kecil (KPKSK) tanpa atau dengan gejala.
ü  Penderita kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) yang inoperabel (stage IIIB & IV), kalau memenuhi syarat sanggup dikombinasi dengan radioterapi, secara konkuren, sekuensial atau alternating kemoradioterapi.
ü  Kemoterapi adjuvan yaitu kemoterapi pada penderita kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) stage I, II dan III yang telah dibedah.
ü  Kemoterapi neoadjuvan yaitu kemoterapi pada penderita stage IIIA dan beberapa masalah stage IIIB yang akan menjalani pembedahan. Dalam hal ini kemoterapi merupakan potongan terapi multimodaliti.
c. Pengobatan lain
Pengobatan lain yang sanggup dilakukan kepada penderita kanker paru ialah Imunoterapi, Hormonoterapi dan Terapi Gen. Namun untuk ketiga pengobatan ini masih dalam tahap ujicoba dan belum digunakan secara luas di Indonesia.
Ø  Rehabilitasi
Penderita kanker yang menjadi cacat lantaran komplikasi penyakitnya atau lantaran pengobatan kanker, perlu direhabilitasi untuk mengembalikan bentuk dan/atau fungsi organ yang cacat itu supaya penderita sanggup hidup dengan layak dan masuk akal di masyarakat. Ada majemuk rehabilitasi yang perlu dilakukan ibarat rehabilitasi mental, rehabilitasi pekerjaan, rehabilitasi sosial dan lain-lain (Sukardja, 2000).
1. Rehabilitasi mental
Penderita kanker paru yang mengetahui dirinya mengidap kanker sanggup menjadi stres dan merasa ia cepat mati dalam keadaan yang menyedihkan, ia juga merasa dirinya tidak mempunyai kegunaan lagi untuk hidup yang hanya memberatkan beban keluarganya.
Depresi mental yang dihadapi penderita kanker dan juga keluarganya umumnya disebabkan kurang pengertiannya terhadap kanker atau lantaran salah persepsi akan penyakit kanker paru itu. Untuk mengatasi depresi mental itu, perlu penderita dan atau kelurganya diberi bimbingan mental dan penyuluhan wacana penyakit kanker itu. Kalau perlu dengan pertolongan seorang psikolog, andal agama, atau tokoh masyarakat. Penderita perlu diketahui bahwa gotong royong penyakit kanker sanggup disembuhkan asal saja sanggup diobati pada stadium dini. Bila tidak sanggup disembuhkan lagi perlu pula diberitahu bagaimana sebaiknya ia hidup dengan kanker, dan diajar bagaimana menyesuaikan kehidupan dirinya dengan penyakit kanker yang dideritanya dan kenyataan yang dihadapinya.
2. Rehabilitasi Sosial
Rehabilitasi penting semoga penderita sesudah pulang dari rumah sakit sanggup hidup keembali secara normal di masyarakat, sanggup hidup berdikari di lingkungan keluarga dan masyarakat secara wajar. Masyarakat juga perlu dipersiapkan semoga sanggup mendapatkan penderita.
3. Rehabilitasi Pekerjaan
Setelah penderita pulang dari rumah sakit dan terbebas dari penyakit kanker yang dideritanya, dibutuhkan sanggup bekerja lagi di masyarakat dengan normal ibarat sediakala. Bila mustahil sanggup lagi bekerja ibarat sedia kala, penderita diberi bimbingan dan latihan kerja (vocational training), supaya sanggup bekerja dengan pekerjaan lain sesuai dengan keadaan fisik dan mentalnya (Sukardja, 2000).


Ø  Prognosis
Prognosis penyakit jelek bukan hanya lantaran keterlambatan diagnosis tetapi juga akhir respons sel kanker yang rendah terhadap aneka macam obat sitostatik yang ada.. Angka tahan hidup 1 tahun 2347 penderita kanker paru yang diteliti oleh National Cancer Institute pada tahun 1983-1998, dihitung dengan life table method hanya 41,8% dan angka tahan hidup 5 tahun 12,0 %. Berbagai data memperlihatkan bahwa hal itu berkaitan dengan stage penyakit pada ketika ditemukan (Greene, 2002).
Usaha–usaha preventif seharusnya sanggup dilakukan lantaran kaitan antara materi karsinogen yang terkandung dalam asap rokok dan polusi udara telah sanggup dibuktikan secara ilmiah sebagai potongan dari patogenesis kanker paru. Tetapi perjuangan preventif primer yaitu mencegah orang merokok sangat sulit untuk dilakukan, demikian juga perjuangan inovasi penyakit pada tahap dini juga belum menggembirakan. Akibatnya sangat sedikit penderita yang terdeteksi pada stage dini, hal ini menimbulkan terapi tidak sanggup lagi diberikan untuk tujuan kuratif.
Di sisi lain tampak bahwa pemberian multi-modality terapi pada penderita sanggup menawarkan hasil yang lebih baik dibandingkan mereka yang hanya mendapatkan modaliti tunggal. Bagaimanapun pembedahan masih merupakan pengobatan kanker paru yang menawarkan hasil yang paling baik, bila dilakukan pada derajat yang operabel, yaitu stage I dan II (intrapulmoner, intratorakal) serta pada jenis histologis yang cocok untuk tindakan tersebut. Tetapi kesimpulan dari aneka macam data memperlihatkan bahwa umur tahan hidup 5 tahun penderita kanker paru dengan TNM stage T1N0 dan T2N0 serta telah menjalani reseksi lengkap (complete resection) masih berkisar antara 40-50% (Deslauriers, 2000). Di luar negeri angka tersebut cukup tinggi, sedangkan data di Indonesia hanya 10-25% penderita menjalani pembedahan (Busroh, 1988) dengan angka tahan hidup penderita kanker yang dibedah 1 tahun 56,6%, 2 tahun 16,4% dan 5 tahun 2,4% ( Burhan, 2004).



BAB IV PENUTUP
      Kesimpulan
Paru – paru ialah suatu organ yang sangat pital didalam tubuh insan alasannya ialah paru – paru ialah alat pernapasan pada manusia, intinya penyakit paru – paru itu tidaklah berat hal iini semuanya berawal dari kelalaian insan mulai dari menjaga lingkungan dari tercemarnya udara dan hingga dengan sebagian insan malah sengaja memasukkan racun kedalam tubuhnya melalui paru – paru yaitu dengan cara mengisap rokok dan lain sebagainya.
Penyakit kanker paru – paru ada yang bisa disembuhkakn dan adapula yang belum ditemukan teknis penyembuhannya tetapi intinya lebih banyak penyakit paru – paru yang bisa disembuhkan dari pada penyakit paru yang belum bisa disembuhkan hal ini semua tergantung kepada kita semua.

   Saran
Kita mengetahui pengayakit kanker paru – paru ialah penyakit yang masuk kedalam tubuh kita melalui udara dan lain sebagainya oleh alasannya ialah itu marilah kita jaga lingkungan kita guna untuk kelangsungan hidup kita dimasa yang akan tiba bukankah orang bijak pernah menyampaikan “ mencegah itu lebih gampang daripada mengobati “


DAFTAR PUSTAKA
Alsagaf, H. 1995. Kanker Paru dan Terapi Paliatif. Penerbit Airlangga, Surabaya:11-14
Anwar J, Elisna S, Ahmad H. Kemoterapi Kanker Paru .Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Persahabatan, Jakarta
Diananda, Rahma. 2007. Mengenal Seluk Beluk Kanker. Kata Hati. Yogyakarta
Jusuf A, Harryanto A, Syahruddin E, Endardjo S, Mudjiantoro S, Sutantio N. 2005. Kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil. Pedoman Nasional untuk diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia 2005. Ed. Jusuf A, Syahruddin E. PDPI dan POI, Jakarta.

Sekian Makalah Tentang,Contoh Makalah Biologi Pembahasan Penyakit Kanker Paru-Paru Semoga Bermanfaat

Buruan di klik gambarnya
Buruan di klik gambarnya